Gunakan Bahan Baku dari Pabrik, Bisakah UKM Bertahan?

Bahan Baku dari Pabrik

Tidak dapat dimungkiri bahwa salah satu penyebab UKM bisa bertahan adalah ketersediaan bahan baku dari pabrik yang lebih murah dari harga di pasaran. Sayangnya, untuk bisa mendapatkan suplai bahan baku langsung dari pabrik ini tidak mudah, banyak syarat yang harus dipenuhi para pelaku UKM.

Saat ini akses para pelaku UKM untuk mendapatkan bahan baku pabrik belum dapat dikategorikan mudah. Namun, bukan berarti tidak ada upaya pemerintah untuk mendukung kemudahan tersebut. Terlebih jika menengok negara tetangga, yakni Singapura sudah mengembangkan pabrik digital bagi UKM.

Nampaknya peranan UKM yang begitu besar bagi perkembangan perekonomian negara tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di Singapura. Dengan bantuan teknologi, proses kerja di pabrik dilakukan oleh robot yang artinya berbagai pertimbangan sudah terukur dengan kesalahan yang minim.

Jika hal tersebut diberlakukan di Indonesia, bukan tidak mungkin semua pelaku UKM memperoleh bahan baku dari pabrik dengan harga miring. Jika UKM semakin berkembang maka masa depan ekonomi Indonesia akan semakin cerah sehingga banyak aspek yang dapat diperbaiki dari peranan UKM.

Pemerintah Rencanakan Pabrik untuk UKM

Sejak November 2019 dapat dikatakan menjadi jendela baru bagi para pelaku UKM bersamaan dengan rencana pemerintah untuk membangun pabrik bersama untuk mendukung jalannya UKM. Hal tersebut diutarakan langsung saat itu oleh Menteri Koperasi dan UKM ke khalayak.

Kesempatan para pelaku UKM untuk mendapatkan bahan baku dari pabrik ini harus dimaksimalkan. Pemerintah menginginkan keberlangsungan UKM dalam jangka panjang dengan dukungan fasilitas berbasis teknologi canggih. Rencana pemerintah adalah membangun open factory atau factory sharing.

Nantinya akan ada banyak UKM yang bisa memproduksi barang dagangan mereka di pabrik ini untuk mempermudah proses demi keuntungan yang maksimal. Teten mengatakan bahwa nantinya pendanaan bersumber dari Badan Usaha Milik Negara atau menjadi anggaran dari BUMN.

Badan Layanan Umum atau BLU juga menjadi salah satu lembaga yang mendanai pabrik untuk UKM. Yang menarik bukan hanya kesempatan UKM untuk memperoleh bahan baku lebih mudah, namun dalam hal perizinan juga jauh lebih mudah karena diawasi langsung oleh pemerintah.

Bahan Baku Pembuatan Batik

Jika memiliki keahlian di bidang membatik, Anda bisa memanfaatkannya untuk berbisnis di bidang fashion. Jangan salah, saat ini penerapan batik tidak hanya lazim pada kemeja formal saja. Sangat memungkinkan untuk kamu mengelola bahan baku dari pabrik dan menyulapnya menjadi batik sebagai salah satu bentuk usaha.

Bahan baku batik ada 3, yakni kain, cat, dan malam atau lilin batik. Ketiga bahan tersebut memungkinkan Anda menorehkan pola batik pada berbagai jenis pakaian. Anda bisa membuat orang nampak begitu nasionalis dengan menggunakan batik pada kemeja, kaos, celana, bahkan juga saat menggunakan sapu tangan.

Identik dengan kesan kolot dan kaku, sekarang ini bahkan tren menggunakan batik sangat lazim terhadap bayi asalkan pemilihan jenis bahannya nyaman. Namun, jika bisnis Anda ini masih terbilang menengah dan masih belum memiliki modal besar, tentu Anda akan kesulitan untuk mendapat bahan baku yang murah dari pabrik.

Anda tidak usah cemas lagi karena kemajuan teknologi saat ini juga mendukung pemberdayaan pengusaha UKM untuk berkembang dengan menyediakan bahan baku murah. Caranya adalah dengan membeli bahan baku secara berkelompok atau gotong royong dengan pemilik usaha lain demi mendapat bahan baku dengan harga pabrik di BESSAMA.CO.

Bertahan di tengah berbagai kondisi harus dilakukan dengan berbagai cara yang baik. Akan jadi sebuah keuntungan yang berpengaruh terhadap banyak hal dalam berbisnis UKM jika memang Anda memiliki kelebihan membuat produksi dengan bahan baku dari pabrik.

 

Jasa SEO Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: